<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> 
  <rss version="2.0"><channel> 
				<title>RSS SMK Negeri 7 Purworejo</title> 
				<description>Website SMK Negeri 7 Purworejo</description>
				<link>https://smkn7purworejo.sch.id/</link> 
				<language>id-id</language><item>
						                <title>Tomika 7 dan BKK Sumber Sejahtera SMKN 7 Purworejo Resmi Dilaunching</title>
						                <link>https://www.smkn7purworejo.sch.id/berita/detail/tomika-7-dan-bkk-sumber-sejahtera-smkn-7-purworejo-resmi-dilaunching</link>
						                <description>Tomika 7 (Toko Milik SMKN 7 Purworejo) dan BKK (Bursa Kerja Khusus) Sumber Sejahtera resmi dilaunching oleh Pengawas SMK dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jateng, Bani Mustofa, M.Pd, Rabu (05/10/2022), yang ditandai dengan pemotongan pita.

Disaksikan oleh Kepala SMKN 7 Purworejo, Wiwik Pujiastuti, S.Pd, M.Si, Komite, serta bapak ibu guru dan segenap tamu undangan, acara peresmian dimeriahkan dengan hiburan tari Dolalak siswa serta hiburan musik.

“Selamat kepada SMKN 7 Purworejo atas peresmian Tomika 7 sebagai Business Center (BC) ala Tomira di Kulon Progo. Semoga dengan peresmian ini, SMKN 7 Purworejo semakin maju karena sesuai dengan ciri khusus ke SMK an, dengan adanya BC dan BKK ini,” ujar Bani Mustofa, usai peresmian.

Dijelaskan oleh Wiwik Pujiastuti selaku Kepala Sekolah, bahwa Tomika ini merupakan transformasi dari Business Center, Teaching Factory dari jurusan akuntansi SMKN 7 Purworejo.

“Kemudian kami mengolah kegiatan pembelajaran itu menjadi kegiatan yang bisa untuk mengajarkan kepada siswa-siswa kami, terutama yang jurusan akuntansi untuk niaga atau bisnis perdagangan,” jelas Wiwik, yang didampingi Waka Humas Afiana Kumala Tsani, S.Pd.

Dari transformasi ini, kata Wiwik, kemudian dirubah, dari yang tadinya Business Center menjadi sebuah toko, serupa swalayan kecil atau minimarket kecil, yang mana kemudian tidak hanya menyediakan kebutuhan untuk internal sekolah tetapi sekarang kami kenalkan kepada masyarakat umum.

“Jadi masyarakat sekitar bisa berbelanja disitu. Kami menyediakan kebutuhan sehari-hari kepada masyarakat sekitar. Buka dari jam 07.00 WIB – 17.00 WIB,” terang Afiana menambahkan.

Siswa dari jurusan Akuntansi, yang didampingi guru pembina, melakukan piket dengan mengelola toko setiap harinya secara bergantian yang diatur dalam sebuah jadwal.

Harapannya, kata Afiana, agar nantinya Teaching Factory dari Tomika 7 ini bisa menyediakan kebutuhan untuk masyarakat sekitar, yang akhirnya bisa menambah income/ pendapatan dari SMK negeri 7 Purworejo. Dari sisi kesiswaan, siswa tentunya dapat belajar lebih daripada yang sebelum-sebelumnya, karena ini kemudian benar-benar real dalam perhitungan, pembukuan yang benar-benar sudah praktek nyata.

“Harapannya kemudian nanti bisa menambah wawasan untuk siswa dan menambahkan pendapatan dari sekolah kami dan tentunya dapat menyumbangkan peranan bagi masyarakat sekitar,” jelas Afiana.

Dijelaskan pula, bahwa keberadaan BKK Sumber Sejahtera sendiri sebenarnya sudah berdiri sejak dari 2016, namun saat itu belum memiliki ruangan khusus. Namun karena pada akhir-akhir ini BKK semakin menambah jalinan kerjasamanya dengan banyak perusahaan, menjadikan BKK juga didatangi oleh calon-calon tenaga kerja dari luar sekolah.

“Sehingga kami berpikir, perlu sekali adanya ruangan khusus untuk kenyamanan dari mereka-mereka yang akan menjadi calon tenaga kerja,” ungkap Afiana.

Perusahaan-perusahaan yang sudah menjalin MoU dengan BKK SMKN 7 Purworejo ini, jelas Afiana, PT.Ungaran Sari Garmen Semarang, PT. Sritex Sukoharjo, PT. Hoplun Semarang, PT. Bina Internusa Semarang, PT. Tupay Adyamas Boyolali, CV. Agung Teknik Yogyakarta, PT. Sinar Solaria.

“Bersama ABKK Kabupaten Kebumen kami juga menyalurkan siswa di PT. Astra Daihatsu Motor, PT. Astra Honda Motor dan PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia,” pungkas Afiana
</description>
					                </item><item>
						                <title>Gelar Karya Siswa Meriahkan HUT SMKN 7 Purworejo ke 18</title>
						                <link>https://www.smkn7purworejo.sch.id/berita/detail/gelar-karya-siswa-meriahkan-hut-smkn-7-purworejo-ke-18</link>
						                <description>Di puncak peringatan HUT nya yang ke 18, SMKN 7 Purworejo mengadakan ‘Gelar Karya Siswa’, Kamis (21/07/2022), di halaman sekolah setempat, yang dibuka oleh H. Achmad Chamdani, S.Pd, M.Pd, pengawas SMK dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jateng.

Gelar Karya Siswa ini, diikuti semua siswa, dari kelas X dan XI. Dalam hal ini, perkelas memajang apa yang menjadi hasil karyanya, bisa hasil karya siswa sendiri/kelompok.

Salah satu karya unggulan berupa metaverse, hasil karya siswa dan guru yang merupakan hasil kerjasama dg SEAMOLEC, SEAMEO dan QITEP juga dipamerkan dalam Gelar Karya tersebut. Melalui teknologi metaverse itu, suasana pameran di sekolah dapat terkoneksikan dengan pihak luar yang ingin mengetahui aneka produk yang ditampilkan secara virtual.

“Salah satu dari tujuan SMK, adalah sebagai sekolah pencetak wirausaha. Tujuan dari Gelar Karya Siswa ini, memotivasi siswa untuk berlatih berwirausaha dengan hasil karya mereka,” jelas Kepala SMKN 7 Purworejo, Wiwik Pujiastuti, S.Pd, M.Si, Jum’at (22/07/2022).



Teknologi Metaverse, hasil karya siswa dan guru yang merupakan hasil kerjasama dengan SEAMOLEC, SEAMEO dan QITEP juga dipamerkan dalam Gelar Karya Siswa SMKN 7 Purworejo, Kamis (21/07/2022) – foto: Sujono/Koranjuri.com

Di SMKN 7 Purworejo, kata Wiwik, juga memiliki TeFa (Teaching Factory) Listrik dan TeFa Tata Busana, serta memiliki UPJ Siklus dengan produk unggulan pembalut wanita, babypants dan adultpannts yg bisa dicuci ulang, yang juga ikut berpartisipasi dalam Gelar Karya Siswa ini.

Dari hasil karya siswa ini, beragam produk ditampilkan. Ada makanan, minuman, atau membuat produk berupa kain batik. Dari TeFa listrik menampilkan mainan mobil robotik karya siswa jurusan listrik serta servis berbagai barang elektronik. TeFa Tata busana menampilkan baju-baju hasil karya mereka.

“Kegiatan dalam memperingati HUT ke 18 ini, kita akhiri dengan Jalan Santai pada Jum’at (22/07/2022) yang diikuti semua siswa, guru dan karyawan, yang dimeriahkan dengan pembagian door prize,” ujar Wiwik.

Menurut Wiwik, di hari jadinya yang ke 18, SMKN 7 Purworejo mengalami perkembangan yang luar biasa. Dari yang awalnya hanya sekolah kecil dengan satu kelas, kini menjadi sekolah besar dengan jumlah siswanya mencapai 645. Mereka ini berasal dari tiga kompetensi keahlian, Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) dan Tata Busana.

Sekarang ini, ungkap Wiwik, animo masyarakat semakin meningkat, akan tetapi daya tampung belum bisa mengakomodir semua pendaftar. Kalau mau menambah rombel, tak punya ruang kelas, dikarenakan tidak punya lahan sama sekali. Kekurangan kelas ini menjadikan siswa ketika belajar teori, masih menggunakan ruang praktek .

Kendala ini, menjadikan sekolah tak bisa mendapat bantuan dari pusat maupun propinsi untuk penambahan ruang praktek atau ruang kelas.

“Harapannya dengan bertambahnya usia, SMKN 7 Purworejo tambah maju,” pungkas Wiwik.
</description>
					                </item><item>
						                <title>Mayoritas Siswa Divaksin, SMKN 7 Purworejo Siap Melaksanakan PTM</title>
						                <link>https://www.smkn7purworejo.sch.id/berita/detail/mayoritas-siswa-divaksin-smkn-7-purworejo-siap-melaksanakan-ptm</link>
						                <description>Bekerjasama dengan Kodim 0708 Purworejo, SMKN 7 Purworejo melaksanakan kegiatan vaksinasi bagi siswa, Sabtu (02/10/2021), yang berlangsung di aula setempat.

Sebanyak 500 dosis disediakan dalam vaksinasi yang melibatkan 50 nakes gabungan dari Puskesmas Bagelen, RS DKT, dengan 4 Vaksinator.

Menurut Kepala SMKN 7 Purworejo, Agus Triyana, S.Pd, dari 500 dosis tersebut, 286 dosis diperuntukkan bagi siswa SMKN 7 Purworejo, dan sisanya untuk siswa SMPN 36 Purworejo.

“Dengan vaksinasi massal ini, siswa SMKN 7 Purworejo yang sudah divaksin mencapai 98 persen,” ungkap Agus, saat memantau jalannya vaksinasi.

Agus yang didampingi Ari Kurniawati, M.Pd selaku Waka Humas menyampaikan, dari jumlah total 645 siswa, 200 diantaranya sudah divaksin sebelumnya, 286 divaksin saat ini, dan sisanya sudah menjalani vaksin secara mandiri di puskesmas-puskesmas, serta ada beberapa diantaranya yang belum karena alasan tertentu.

Tujuan dari vaksinasi, jelas Agus, memberikan kekebalan tubuh pada anak-anak terhadap Covid-19, serta dalam rangka persiapan untuk simulasi pembelajaran tatap muka (PTM).

SMKN 7 Purworejo sendiri, sudah mendapatkan ijin dari Satgas Covid-19 Kabupaten Purworejo dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jateng untuk melaksanakan simulasi PTM.

“Kita sudah melakukan simulasi tanggal 20-24 September 2021, namun terhenti karena ada PTS, dan akan dilanjutkan lagi pada tanggal 5-8 Oktober 2021,” terang Agus.

Dalam simulasi ini, jelas Agus, dari sekolah setiap hari membuat laporan dengan mengisi form. Dan secara periodik, setiap satu hingga dua minggu juga membuat laporan ke Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jateng.

Bagi SMK, kata Agus, PTM sangat penting, karena lulusan SMK yang dibutuhkan skillnya, jadi harus lebih memperbanyak praktek. Dan selama PJJ, terkendala di praktikum.

“Harapannya setelah vaksin semua warga sekolah jadi tenang, pembelajaran tenang, aman dari penyebaran Covid-19. Dan kita lebih siap melaksanakan PTM,” pungkas Agus.
</description>
					                </item><item>
						                <title>Lulus Langsung Kerja, 29 Alumni SMKN 7 Purworejo diterima di PT USG</title>
						                <link>https://www.smkn7purworejo.sch.id/berita/detail/lulus-langsung-kerja-29-alumni-smkn-7-purworejo-diterima-di-pt-usg</link>
						                <description>ahun 2021 ini, SMKN 7 Purworejo memiliki motto Siap Kerja Siap Berwirausaha, Lulus Sekolah Langsung Kerja. Hal itu dibuktikan dengan penyaluran alumni ke dunia industri.

Pada Kamis (24/06/2021), pihak sekolah melalui BKK (Bursa Kerja Khusus) Sumber Sejahtera yang diketuai Ari Kurniawati, memberangkatkan 29 alumni tahun 2021 ke PT Ungaran Sari Garment (USG). Mereka diterima bekerja di perusahaan garment terbesar di Semarang itu.

“Mereka baru diwisuda kelulusannya 3 minggu lalu, dan sekarang langsung bekerja. Motto kita memang lulus sekolah langsung kerja,” kata Agus Triyana, SPd, Kepala SMKN 7 Purworejo, Jum’at (25/06/2021).

Di masa pandemi, menurut Agus, SMKN 7 Purworejo tetap menjalin kerjasama erat dengan dunia kerja dunia industri, sehingga banyak kegiatan yang berhubungan dengan penempatan bisa dilakukan.

Jika sebelumnya dilakukan Diklat 3 in 1 dengan PT Sritex Solo, yang dilanjutkan dengan penempatan, ujar Agus, untuk minggu ini dari kerjasama industri dengan PT USG bisa terlaksana penempatan 29 alumni yang lulus langsung kerja.

“Alhamdulillah, ini penempatan pertama untuk PT USG. Dengan PT Sritex saat ini sedang pendataan untuk penempatan,” jelas Agus.

Di bulan pertama kelulusan tahun ini, ungkap Agus, penyaluran alumni ke dunia kerja sudah mencapai 65 persen lebih. Mereka ini bekerja di berbagai perusahaan yang sudah menjalin MoU atau lainnya maupun yang beriwirausaha.

Kedepan, Agus mengharap adanya kerjasama dengan industri semakin baik dan semakin maju, tidak hanya dalam prakerin saja tapi dalam penempatan kerja lebih banyak lagi dan lebih luas.

“Kita akan tetap mempertahankan kerjasama yang erat, utamanya dengan PT Sritex dan USG ini, sehingga kerjasama penempatan bisa terjalin terus,” pungkas Agus.
</description>
					                </item><item>
						                <title>BDI Surabaya Adakan Pelatihan 3 in 1 di SMKN 7 Purworejo</title>
						                <link>https://www.smkn7purworejo.sch.id/berita/detail/bdi-surabaya-adakan-pelatihan-3-in-1-di-smkn-7-purworejo</link>
						                <description>Sebanyak 100 peserta, mengikuti kegiatan pelatihan Diklat 3 in 1 Operator Garmen on – Site, yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Industri (BDI) Surabaya dari Kementerian Perindustrian RI, yang bekerjasama dengan PT Sritex, di SMKN 7 Purworejo.

Pembukaan pelatihan Angkatan ke 28 yang berlangsung selama 18 hari, dari 24 Mei hingga 12 Juni 2021 itu, dilakukan oleh Andrian, selaku perwakilan dari BDI Surabaya, Senin (24/05/2021).

“Dalam Diklat 3 in 1 ini, peserta diberikan pelatihan, sertifikasi dan penempatan. Karena saat ini masih Pandemi, para peserta diminta untuk selalu mematuhi prokes,” kata Andrian saat membuka pelatihan.

Usai pembukaan pelatihan yang juga dihadiri Bani Mustofa, MPd, Pengawas SMK dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, Provinsi Jawa Tengah, dan perwakilan PT Sritex Fery Kristiawan itu, dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta pelatihan, yang dilakukan oleh Kepala SMKN 7 Purworejo, Agus Triyana, SPd, kepada perwakilan peserta.

Usai pembukaan pelatihan, Agus Triyana mengungkapkan, dalam kegiatan tersebut, siswa didiklat menjadi operator garmen. Setelah itu, mereka akan diuji oleh BDI untuk mendapatkan sertifikat kompetensi.

“Setelah itu akan ada penempatan kerja di PT Sritex, bagi yang berminat. Bagi yang ingin bekerja di perusahaan lain, sertifikat kompetensi ini, menjadi pegangan bagi mereka, tambahan kompetensi untuk masuk di dunia kerja, khususnya di industri garmen,” kata Agus Triyana.

Agus Triyana sangat mengharapkan, kegiatan tersebut bisa berlanjut, karena hal itu merupakan kebanggaan sekolah. Meski masa pandemi, namun masih bisa melaksanakan kegiatan pelatihan.

“Dengan Diklat ini, anak-anak lulusan tahun ini sebagian besar bisa langsung terserap di dunia industri,” ujar Agus Triyana bangga.

Terpisah, Ketua Penyelenggara Kegiatan, Ari Kurniawati, MPd menjelaskan, 100 peserta yang mengikuti Diklat terdiri dari calon alumni tahun 2021, alumni tahun sebelumnya dan alumni dari sekolah lain, serta mayoritas diikuti dari jurusan Tata Busana.

“Pelatihannya gratis, semua difasilitasi oleh BDI, dengan melibatkan 9 instruktur,” pungkas Ari Kurniawati. 
</description>
					                </item><item>
						                <title>SMKN 7 Purworejo Adakan Gelar Karya Siswa</title>
						                <link>https://www.smkn7purworejo.sch.id/berita/detail/smkn-7-purworejo-adakan-gelar-karya-siswa</link>
						                <description>Sebagai bentuk apresiasi pada siswanya, SMKN 7 Purworejo mengadakan kegiatan Gelar Karya untuk Produk Unggulan Tata Busana, Produk Kreativitas dan Kewirausahaan, Kamis (20/05/2021).

Dalam Gelar Karya yang berlangsung di aula setempat itu, diikuti oleh siswa kelas XI dan XII. Bak peragawati, siswa-siswi dari jurusan Tata Busana berlenggak lenggok di atas catwalk, memamerkan busana hasil karya mereka sendiri.

“Khusus Tata Busana, menampilkan hasil karya mereka sendiri, dipakai sendiri, dan ditampilkan dalam peragaan busana,” jelas Agus Triyana, SPd, Kepala SMKN 7 Purworejo, saat ditemui di sela-sela kegiatan Gelar Karya.

Selain dari Tata Busana, ungkap Agus Triyana, dari sekolah juga memberikan kesempatan produk kreatif dari TITL (Teknik Instalasi Tenaga Listrik) dan Akuntansi, serta menampilkan produk karya siswa yang mengikuti LKS tingkat kabupaten dan provinsi.

Sekolah, kata Agus Triyana, memberikan kesempatan dan motivasi pada siswa, untuk melakukan kegiatan wirausaha, khususnya pada masa pandemi ini. Kemudian hasil wirausaha mereka ini, dipamerkan juga di ajang ini.

“Dengan dipamerkan ini, guru-guru dan temannya akan tahu. Harapannya, produknya makin dikenal, pasarnya bisa bertambah,” jelas Agus Triyana.

Dalam Gelar Karya yang disaksikan Komite Sekolah, sebagian siswa dan guru itu, selain peragaan busana, juga memamerkan aneka produk makanan, busana, kewirausahaan mandiri, rak sepatu, rak bunga, motor listrik, lampu flip flop dan berbagai kerajinan tangan.

“Kita mengapresiasi hasil karya siswa. Sebetulnya sudah kami rencanakan, dalam ujian ada gelar karya. Tapi karena pandemi, akhirnya dilakukan secara terbatas, namun tidak mengurangi esensinya. Kegiatan ini kita laksanakan dengan prokes ketat,” kata Agus Triyana.

Dengan Gelar Karya ini, Agus Triyana berharap siswa semakin termotivasi melakukan kegiatan wirausaha, melakukan kreativitas dan inovasi untuk mendukung masa depan mereka, untuk mewujudkankan lulusan yang siap kerja dan siap berwirausaha.
</description>
					                </item><item>
						                <title>SMKN 7 Purworejo Juara Fashion Technology LKS Kabupaten</title>
						                <link>https://www.smkn7purworejo.sch.id/berita/detail/smkn-7-purworejo-juara-fashion-technology-lks-kabupaten</link>
						                <description>Prestasi membanggakan diraih Rina Septyaningsih, siswa kelas XII TB 1 SMK N 7 Purworejo. Dalam LKS SMK tingkat Kabupaten Purworejo 2020, Rina meraih juara satu untuk mata lomba Fashion Technology (Teknologi Mode).

SMK N 7 Purworejo, berhasil menggeser SMK N 3 Purworejo, yang selama ini selalu jadi langganan juara satu untuk mata lomba Fashion Technology tiap tahunnya.

Kepala SMK N 7 Purworejo, Agus Triyana, SPd, sangat mengapresiasi pencapaian prestasi tersebut. Meski berada di masa pandemi, bisa meraih prestasi di LKS tingkat kabupaten.

“Sudah 10 tahun lebih kita menanti momen ini. Dulu kita pernah juara tingkat kabupaten untuk mata lomba yang sama. Alhamdulillah, masa itu terulang kembali,” ujar Agus Triyana, Selasa (22/12/2020).

Agus juga mengucapkan banyak terimakasih kepada tim LKS SMK N 7 Purworejo, khususnya kepada Yuhaeni Widarti, SPd T, selaku guru pembimbing mata lomba Fashion Technology.

Dengan lolosnya Rina di tingkat propinsi, kata Agus, secara otomatis dia akan mewakili Purworejo maju ke tingkat propinsi, yang rencananya akan digelar bulan Februari tahun 2020.

“Yang pasti tantangannya makin berat, karena tingkat persaingannya juga makin ketat. Kita berharap yang terbaik saja” ujar Agus, yang didampingi Yuhaeni Widarti.

Agus yakin, jika mau berusaha, akan mendapat hasil yang baik. Dia juga minta pada anak didiknya, untuk tidak minder dengan sekolah lain.

Yuhaeni menimpali, kerja keras dilakukan timnya, jauh sebelum pelaksanaan LKS. Dari 5 siswa yang diajukan, akhirnya Rina yang terpilih.

“Kebetulan, saat itu ada pelatihan pembuatan jas untuk guru-guru produktif. Ilmu itu yang kita terapkan pada siswa peserta LKS. Alhamdulillah bisa juara,” ujar Yuhaeni.
</description>
					                </item><item>
						                <title>Diskusi Sharing Bisnis SMKN 7 Purworejo, Pandemi Ciptakan Insting Bisnis</title>
						                <link>https://www.smkn7purworejo.sch.id/berita/detail/diskusi-sharing-bisnis-smkn-7-purworejo-pandemi-ciptakan-insting-bisnis</link>
						                <description>Bagi siswa-siswi SMK N 7 Purworejo, masa Pandemi Covid-19, ternyata mampu menciptakan insting bisnis. Hal itu terungkap dalam Diskusi Sharing Bisnis Wirausaha Muda SMK N 7 Purworejo, dengan tema ‘Tetap Kreatif dan Produktif di Masa Pandemi,’ Kamis (03/12/2020).

Sebagai buktinya, tercatat ada 113 siswa SMK N 7 Purworejo yang memulai bisnis sejak awal masa Pendemi, dan masih bertahan hingga sekarang, bahkan makin berkembang.

“Ini membuktikan, bahwa masa pandemi bisa memunculkan kreativitas seseorang, khususnya dalam bidang bisnis. Itu yang terjadi pada anak didik kami,” jelas Agus Triyana, SPd, Kamis (03/12/2020), usai memimpin jalannya diskusi.

Dalam diskusi yang diikuti 16 peserta itu, para peserta menyampaikan pengalamannya dalam berbisnis. Beragam alasan, menjadikan mereka menjadi wirausaha muda.

Seperti pengalaman Sintia Permatasari. Siswa kelas XII jurusan TITL 2 itu, memulai bisnis pakaiannya (sandang) secara online sejak awal pandemi. Banyak pengalaman suka duka yang dialami Sintia, dalam menjalankan bisnisnya itu, dari di PHP calon pembeli, hingga pesanan yang tak diambil. Namun justru hal itu, membuat Sintia makin berhati-hati.

“Saya promosikan lewat FB. Jika ada yang minat, obrolan/pesanan dilanjutkan lewat chat, dan diakhiri dengan COD (cash on delivery). Sementara ini, baru lingkup Purworejo saja,” ungkap Sintia.

Dari bisnis yang ditekuninya itu, Sintia mengaku bisa mendapatkan keuntungan antara Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per bulan. Kini Sintia punya strategi baru untuk meningkatkan omset penjualannya itu.

Lain Sintia, lain pula pengalaman Risma, siswa kelas XII Tata Busana 1. Risma, terjun dalam bisnis cireng dan geblek. Olahan produk gorengan itu, dia titipkan pada tukang sayur. Setiap hari, dari bahan baku 2 kg, selalu ludes terjual.

“Alhamdulillah, keuntungannya mencapai Rp 600 ribu perbulan. Lumayan buat membantu orangtua,” ujar Risma.

Ide munculnya insting bisnis Risma untuk berjualan cireng dan geblek itu, karena prihatin melihat dagangan gorengan ibunya yang makin sepi karena pandemi. Dari situlah, Risma memiliki ide untuk menambah jenis produk gorengan dengan cireng dan gebleknya. Dan Alhamdulillah berjalan lancar.

Pengalaman dari Sintia dan Risma, kata Agus Triyana, merupakan bagian kecil dari pengalaman wirausaha muda lainnya yang ada di SMK N 7 Purworejo. Dari pengalaman-pengalaman itu, diharapkan bisa memotivasi anak-anak lainnya, untuk berwirausaha.

“Sesuai visi misi SMK N 7 Purworejo, siap bekerja siap berwirausaha,” kata Agus Triyana.

Dari pihak sekolah, dalam hal ini guru kewirausahaan, jelas Agus Triyana, sangat mendukung dengan memberikan motivasi pada siswa-siswinya dalam berwirausaha. Toh begitu, Agus berpesan, untuk tidak meninggalkan tugas utamanya dalam belajar.

“Kedepan, kita harapkan akan lebih banyak lagi anak-anak yang terinspirasi untuk mengikuti kegiatan wirausaha ini. Nanti kita kembangkan sekolah ini menjadi sekolah pencetak wirausaha, dengan mengambil inspirasi dari mereka,” pungkas Agus Triyana.
</description>
					                </item><item>
						                <title>PPDB Online, Jurusan Tata Busana, Jadi Unggulan SMKN 7 Purworejo</title>
						                <link>https://www.smkn7purworejo.sch.id/berita/detail/ppdb-online-jurusan-tata-busana-jadi-unggulan-smkn-7-purworejo</link>
						                <description>Kompetensi keahlian Tata Busana, menjadi jurusan unggulan di SMK N 7 Purworejo, dalam PPDB online tahun 2020 yang dibuka sejak 17 Juni hingga 25 Juni 2020. Dari 72 siswa yang dibutuhkan untuk jurusan ini, pada hari ketiga kuotanya sudah terpenuhi.

Penyerapan tenaga kerja dari jurusan Tata Busana yang mencapai 94 persen pasca kelulusan tiap tahunnya, menjadi salah satu alasan kenapa jurusan ini jadi unggulan. Didukung sarana dan prasarana yang lengkap dengan standar dunia industri, menjadikan lulusan SMK N 7 Purworejo berani bersaing di dunia kerja.

“Khusus jurusan tata busana, untuk penyalurannya kita bekerja sama dengan perusahaan tekstil terbesar, PT Sritex,” ujar Kepala SMK N 7 Purworejo, Agus Triyana, S.Pd, Selasa (23/6/2020).

Meski jurusan Tata Busana menjadi unggulan, untuk dua jurusan lainnya, TITL dan Akuntansi juga banyak peminatnya. Dari kuota yang ada, semuanya melebihi target.

Dijelaskan pula oleh Agus Triyana, dalam PPDB online kali ini, dari kuota siswa baru yang dibutuhkan, 216, sudah terpenuhi untuk tiga kompetensi keahlian yang ada, yakni, Tata Busana, Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), serta Akuntansi dan Lembaga Keuangan. Masing-masing jurusan, berisi dua rombel, dengan jumlah siswa per kelasnya 36.

Meski begitu, karena waktu pendaftaran belum ditutup, dari panitia masih menerima pendaftaran siswa baru. Jika memiliki nilai tinggi, maka pendaftar baru ini secara otomatis akan menggeser nilai di bawahnya, yang diatur dalam sebuah sistem.

“Para pendaftar didominasi lulusan SMP di wilayah sekitar SMK N 7 Purworejo, seperti SMP 17, SMP 36, SMP 24, dan SMP 39,” terang Agus Triyana, didampingi Ardi Setiyono, S.Pd, Ketua panitia PPDB.

Dalam PPDB online kali ini, pihak panitia memiliki cara tersendiri untuk menjaring siswa. Sosialisasi pun dirancang sedemikian rupa, dengan membuat grup WA untuk masing-masing kejuruan, yang berisi para calon pendaftar yang berminat mendaftar di masing-masing kejuruan.

Dengan cara ini, maka akan terpantau, berapa peminat untuk masing-masing kejuruan. Dan komunikasi pun dilakukan melalui grup WA ini.

Dijelaskan pula oleh Agus Triyana, selama PPDB berlangsung, dari panitia menyediakan posko pendaftaran yang berada di ruang laboratorium komputer. Di posko inilah, para pendaftar yang menemui kesulitan selama proses pendaftaran, berkonsultasi. Dan pihak panitia siap membantu.

“Selama proses PPDB lancar, tak ada kendala yang berarti. Hanya saja, pada hari pertama, server sering eror. Namun semua bisa teratasi,” pungkas Agus Triyana, sambil menambahkan, di SMK N 7 Purworejo, banyak kegiatan ekstrakurikuler yang jadi andalan karena menorehkan banyak prestasi, baik tingkat kabupaten, propinsi, maupun nasional, yakni, pencak silat, Pramuka, dan PMR.
</description>
					                </item><item>
						                <title>Tunjukkan Prestasi, Siswa SMKN 7 Purworejo Raih Juara</title>
						                <link>https://www.smkn7purworejo.sch.id/berita/detail/tunjukkan-prestasi-siswa-smkn-7-purworejo-raih-juara</link>
						                <description>Empat atlet pencak silat dari SMK N 7 Purworejo, meraih prestasi dalam Kejuaraan Pencak Silat Open Turnamen Tingkat Nasional ‘Yogyakarta Championship 6’. Satu emas dan tiga perunggu, berhasil diraih dalam kejuaraan pencak silat bergengsi ini.

Pada kejuaraan yang berlangsung selama dua hari, dari Selasa (22/10) hingga Rabu (23/10) di GOR Amongrogo, Yogyakarta itu, atlet dari SMK N 7 Purworejo bersaing dengan atlet-atlet pencak silat dari berbagai sekolah se Indonesia.

Keempat siswa peraih juara ini, Reh Hatiningseh, yang turun di kelas A Putri, dan berhasil meraih juara I (medali emas), dan tiga lainnya meraih juara III (perunggu), yakni, Rizki Yulmustofa, yang turun di kelas E Putra, Muhamad Faizal, turun di kelas A Putra, dan Fajar Santoso, yang tanding di kelas C Putra.

“Ini sebuah kebanggaan bagi keluarga besar SMK N 7 Purworejo, siswa kami bisa meraih juara pencak silat tingkat nasional,” ujar Samsiyah, SPd, Kepala SMK N 7 Purworejo, Jum’at (25/10).

Selain itu, ungkap Samsiyah, tim Pramuka dari SMK N 7 Purworejo juga berhasil meraih banyak juara dalam Perkemahan Raimuna Cabang, yang diselenggarakan Kwarcab Purworejo.

Dalam event empat tahunan ini, diikuti oleh 39 tim Pramuka dari berbagai SMK se Purworejo, dan berlangsung selama empat hari, dari Kamis (17/10) hingga Minggu (20/10), di lapangan Yonmek 412.

“Ada lima mata lomba yang diperlombakan dalam perkemahan tersebut, yakni, lomba karya cipta, simapur, morse, pionering, dan sandi logika,” jelas Samsiyah, yang didampingi Sigit Wahyono,SPd, selaku pembina Pramuka.

Dalam perlombaan tersebut, ujar Samsiyah, tim putra Pramuka dari SMK N 7 Purworejo yang berjumlah 8 anggota ini berhasil meraih juara I untuk Pionering Putra, juara I Lomba Karya Cipta Pramuka Putra, juara III Morse, dan juara II untuk Simapur.

Para siswa berprestasi peraih juara tersebut, mendapatkan piala dan piagam, yang diserahkan oleh Kepala Sekolah, dalam sebuah upacara. Menurut Samsiyah, hal itu bisa dijadikan sebagai motivasi bagi siswa lainnya, supaya mereka berprestasi.

“Dengan prestasi ini, bisa menjadi sarana promosi bagi sekolah. Harapannya, mereka bisa lebih maju, dan berprestasi lagi, pada jenjang yang lebih tinggi,” kata Samsiyah.

Lebih jauh Samsiyah mengungkapkan, bahwa pihak sekolah sangat mendukung pada siswa-siswa yang berkiprah di berbagai event/kejuaraan sesuai bidang masing-masing. Karena hal tersebut, juga merupakan bagian dari pendidikan karakter di sekolah.

“Kita ingin menjadikan SMK N 7 ini menjadi sekolah yang menyenangkan, nyaman untuk belajar, dan menghasilkan siswa yang berkualitas. Outputnya, siswa memiliki ketrampilan, kemandirian dan berdaya saing,” pungkas Samsiyah.
</description>
					                </item></channel>
  	</rss>